7 Tanda Hubungan Asmara “Beracun”, dan Harus Diakhiri

7 Tanda Hubungan Asmara “Beracun”, dan Harus Diakhiri

141
0
SHARE

BeritaKoran.com – Pasangan mana pun di dunia ini pasti menginginkan sebuah hubungan yang harmonis dan membahagiakan.

Tak ada satu pun yang mengharapkan jalinan cinta mereka akan berakhir, apalagi dengan cara yang menyedihkan.

Namun, tak sedikit pula pasangan yang tetap bertahan di dalam sebuah hubungan, meski sebenarnya relasi cinta tersebut sudah terpuruk dan tak membahagiakan lagi.

“Orang-orang yang tetap bertahan dalam hubungan ‘beracun’, biasa melakukan itu karena berbagai alasan.”

Demikian penuturan Kimberly Hershenson, seorang terapis spesialis “relationship“.

Menurut Hershenson, banyak orang yang merasa nyaman dengan ‘status’ pada sebuah hubungan, sehingga terus melanjutkan hubungan meski dalam situasi yang sulit.

Di sisi lain, banyak juga yang menyangkal adanya “racun” dalam hubungan mereka, dan terus melanjutkan hubungan yang tak sehat itu.

Hal ini membuat mereka sulit untuk mengentikan hubungan asmara, meski sebenarnya -disadari atau tidak, hal itu menyakiti diri sendiri.

Ya, mempertahankan hubungan yang buruk memang akan menyakiti diri sendiri.

Lantas, bagaimana dengan Kamu? Apakah Kamu masih belum yakin untuk mengakhiri hubungan yang tak sehat, beracun, dan menyakitkan?

Jika Kamu memang sedang berada dalam dilema semacam ini, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri.

Berikut ini adalah tujuh pertanyaan yang harus Kamu pikirkan demi keluar dan mencari solusi atas masalah yang merundung hubungan asmara.

1. Apakah sering bertengkar dan saling berteriak?

Memang, tidak ada pasangan yang selalu sependapat dalam segala hal. Meskipun Kamu dan si dia saling mencintai, pasti akan terjadi perbedaan pendapat.

Namun, perbedaan pendapat tersebut bukan berarti harus membuat kalian terjerumus dalam amarah di setiap waktu.

“Jika konflik kalian sangat intens dan mengarah pada kata-kata atau tindakan keras, maka ada hal yang perlu dikhawatirkan.”

Itulah pendapat Erin Lewis Ballard, seorang terapis perkawinan dan keluarga.

Menurut dia, hubungan yang ber-fluktuasi, misalnya berjalan baik pada suatu hari, namun tiba-tiba berada pada fase krisis di hari berikutnya, juga menjadi pertanda adanya ‘racun’ dalam relasi itu.

Dan, tentu saja kekerasan fisik menjadi sinyal yang jelas agar Kamus segera keluar dari hubungan tersebut.

2. Sering perhitungan?

Sebuah hubungan tidak seharusnya berjalan seperti pertandingan basket di mana setiap orang harus mencatat berapa poin dan foulsyang dicetak.

Menurut Lewis Ballard, semua orang kerap menjadi korban dalam sebuah hubungan yang berjalan buruk.

Namun, sebuah hubungan yang berjalan dengan ‘perhitungan’ menjadi indikasi mutlak bahwa hubungan tersebut beracun.

“Apakah kalian terus-menerus menyoroti kesalahan satu sama lain, atau Kamu sering mengungkit perbuatan baik?”

“Ini adalah pertanda bahwa kalian telah saling berbalik dan melawan satu sama lain,” ucapnya.

3. Takut mengungkapkan pemikiran?

Jane Reardon, seorang terapis dalam hubungan asmara dari Los Angeles mengatakan, keraguan untuk mengungkapkan pikiran tentang hubungan asamara kepada pasangan adalah pertanda bahaya.

“Mari kita hadapi itu. Memang, tidak selalu mudah untuk menghadapi seseorang yang sangat Kamu sayangi,” ucapnya.

Namun menurut dia, menjaga kenyamanan dalam hubungan dengan saling menyembunyikan isi hati adalah tanda bahwa hubungan tersebut jatuh ke dalam bahaya.

4. Hanya memikirkan diri sendiri?

Pada awalnya Kamu mungkin belum menyadarinya. Tapi seiring waktu, ciri kepribadian seseorang akan terungkap.

“Bila Kamu bersama seorang narsisis, hanya ada satu orang yang penting dan itu bukan Kamu,” kata ahli terapi dan konselor Evie Shafner.

Seorang narsisis akan mencoba memanipulasi atau membuat Kamus merasa bersalah.

Orang-orang seperti ini hanya membuatmu memenuhi kebutuhan mereka dan mengabaikan keinginanmu sendiri.

“Mereka kebanyakan berbicara tentang diri mereka sendiri dan tidak benar-benar responsif terhadap apa yang terjadi dengan Kamu.”

“Dan masalah terbesar adalah mereka tidak memiliki empati,” kata Shafner.

5. Merasa tidak melakukan apa pun?

Kamu selalu berusaha menyenangkan pasangan sehingga tak bisa melakukan apapun yang Kamu mau?

“Membuat seseorang merasa tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar bisa menjadi tanda serius penganiayaan psikologis,” kata Shafner.

Setiap pasangan seharusnya saling mendukung dan menjadi tempat yang tepat untuk saling berbagi suka dan duka.

Namun jika hal ini tidak terjadi, menurut Shafner, Kamu harus segera mengakhiri hubungan tersebut, dan mulai mencintai diri sendiri.

6. Si dia egois saat di ranjang?

Meski aktivitas seksual hanya bagian kecil dari sebuah hubungan, namun seks adalah hal vital.

Jika pasanganmu berlaku buruk saat di tempat tidur, maka dia tak akan pernah bisa berlaku baik di sepanjang hubungan asmara.

Menurut Kimberly Hershenson, melayani pasangan di ranjang saat Kamu tidak menginginkannya, atau si dia mengabaikan kebahagian seksual Kamu, merupakan tanda bahwa hubungan tersebut harus benar-benar berakhir.

7. Dilanda rasa cemburu?

Lesli Doares, seorang konsultan hubungan asmara, mengatakan, rasa cemburu kerap hadir saat memastikan di mana Kamu berada dan sedang bersama siapa.

Tentu ini hal yang konyol. Dunia tidak hanya berputar pada pasangan kita saja bukan?

Kita juga perlu bergaul dengan orang lain untuk memperluas aktivitas sosial. Pasangan dengan tingkat kecemburuan yang tinggi bisanya menuntut kita hanya melakukan hal-hal yang berputar-putar di sekitarnya.

“Kamu mungkin merasa lebih mudah berbohong,” kata Lesli Doares.

“Dan, ketika kebohongan terbongkar, semuanya akan meledak, atau Kamu memilih untuk berhenti memiliki kehidupan, teman, dan kepentingan sendiri, meski harganya terlalu mahal.”

Hubungan yang terjalin dalam kondisi ini sudah jelas menunjukan adanya ‘racun’.

Mari, sayangilah diri sendiri dengan mengakhiri hubungan semacam itu, secepat mungkin.

Hubungan seperti ini tidak akan mendatangkan kebahagiaan. Bukankah tujuan untuk menjalin asmara adalah mencari kebahagiaan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY