“Diet Coke” Sekaleng Sehari, Ramuan Panjang Umur Nenek Usia 104 Tahun

“Diet Coke” Sekaleng Sehari, Ramuan Panjang Umur Nenek Usia 104 Tahun

120
0
SHARE

BeritaKoran.com — Theresa Rowley, seorang wanita asal Michigan, Amerika Serikat, kini telah berusia 104 tahun.

Tentu, tidak sedikit orang yang penasaran dengan “rahasia” panjang umur dari sang nenek.

Di luar dugaan, Rowley justru mengungkapkan resep panjang umur yang terhitung nyeleneh.

Di saat para ahli kesehatan menyarankan agar setiap orang menjauhi soda, Rowley justru meyakini diet coke sebagai ramuan panjang umurnya.

Memang, dapat dipastikan produk diet coke belum “lebih tua” dari umur Rowley, tapi setidaknya hal itulah yang terucap dari mulut sang nenek.

Diet coke adalah minuman yang diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun 1982 ketika Theresa Rowley yang lahir di Illinois akan berusia 68 tahun.

Tak terungkap sejak usia berapa Rowley menjalankan kebiasaannya ini.

Pada 1 Januari 2018, Rowley merayakan ulang tahunnya yang ke 104. Acara itu digelar bersama kawan-kawan jompo penghuni the Sentinel Retirement Community, sebuah rumah perawatan manula.

Rowley menetap di panti tersebut sejak 15 tahun lalu.

“Saya tak menyangka bisa mencapai usia 104 tahun,” ucap Rowley seperti dilansir laman the Independent.

“Sepertinya aku tidak sehebat itu. Waktu saya berusia 100 tahun, saya pikir saya tidak akan pernah mencapai 104 tahun.”

“Saya pikir saya akan meninggal pada saat itu, tapi itu tidak terjadi. Ini saya 104, dan masih belum terjadi apa-apa,” ungkap dia.

Lantas, dia pun mengaku percaya, kebiasaannya meminum satu kaleng diet coke setiap hari menjadi resep panjang umur.

“Saya meminumnya karena saya suka,” ujar dia.

“Saya akan belanja pada hari Rabu, dan saya membutuhkan lebih banyak diet coke.”

“Saya punya kantong berisi kaleng diet coke kosong yang perlu saya kembalikan untuk membeli lebih banyak diet coke.”

Kendati demikian, para ilmuwan tentu tak akan setuju dengan resep ini.

Selama ini, para praktisi kesehatan percaya minuman semacam ini merupakan penyebab penyakit kronis dan juga obesitas.

Sebuah tinjauan baru yang dilansir Imperial College London tahun lalu menyimpulkan, “tidak ada bukti kuat” bahwa pemanis berkalori rendah lebih baik untuk menurunkan berat badan  daripada minuman dengan gula penuh.

Kesimpulan ini tentu menantang dalil bahwa minuman tersebut lebih sehat.

Sementara itu, sebuah riset terhadap orang dewasa AS yang diterbitkan di American Journal of Public Health menunjukkan, 22 persen orang dewasa yang obesitas meminum minuman tersebut.

“Konsensus ilmiah belum menemukan hubungan langsung dan tak terbantahkan antara diet coke dan efek kesehatan yang merugikan,” kata Jaclyn London, direktur nutrisi di Good Housekeeping Institute.

Namun, Jaclyn London juga menegaskan, kalori dari gula tambahan—terutama yang ditemukan dalam minuman manis, seperti soda biasa, jus, dan bahkan minuman kopi—berpotensi terhadap risiko penyakit kronis dan obesitas.

Namun, setidaknya kebiasaan mengonsumsi soda diet ini tak hanya dijalani Theresa Rowley, Presiden AS Donald Trump pun juga memiliki kebiasaan serupa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY