Mulai Tanggal 15 Februari 2018, Browser Chrome Akan Blokir Iklan

Mulai Tanggal 15 Februari 2018, Browser Chrome Akan Blokir Iklan

89
0
SHARE

Menjumpai iklan di situs web saat ini sudah hal yang biasa, namun terkadang iklan yang terlalu banyak sangat mengganggu pengguna ketika mengakses sebuah website. Sebagai raksasa internet dan sekaligus pengembang browser Chrome, Google telah mengumumkan sebuah inisiatif untuk mulai memblokir iklan dengan browser Chromenya pada bulan Juni lalu.

Munculnya pengumuman ini adalah respon Google terhadap penggunaan ekstensi atau add-on Ad-block yang semakin meningkat. Mengingat Google merupakan perusahaan yang mengandalkan iklan sebagai pemasukannya, mereka ingin memastikan bahwa pengguna web dapat menikmati pengalaman berselancar di dunia maya dengan baik dan menyenangkan tanpa harus terganggu dengan iklan.

Google sendiri akan mulai memblokir iklan dari browser Chrome miliknya pada tanggal 15 Februari mendatang, dan ini termasuk iklannya sendiri. Namun ini dimaksudkan bagi situs web yang tidak lulus “Standar Iklan yang Lebih Baik” dari Google. Ini berarti situs web yang menampilkan iklan terlalu banyak sehingga menagganggu pengguna, maka iklan tersebut akan secara otomatis diblokir oleh Chrome.

Beberapa contoh iklan yang menyebalkan adalah iklan yang memenuhi halaman web, iklan yang berkedip seperti animasi, dan iklan yang secara tidak terduga memutar video secara otomatis. Tentu adanya iklan jenis itu sangat mengganggu pengguna dalam mengakses sebuah website. Hal tersebutlah yang mendorong pengguna browser untuk menambahkan ekstesi ads-block. Jika Anda pemilik atau admin sebuah situs web yang menampilkan iklan, maka Anda dapat menggunakan Laporan Pengalaman Iklan Google untuk mengidentifikasi iklan mana yang tidak mematuhi Standar Iklan yang Lebih Baik dari Google.

Jika situs web memiliki status “lolos”, iklan akan menampilkan bisnis seperti biasa. Jika statusnya “gagal” selama 30 hari atau lebih, Chrome akan berhenti menampilkan iklan di situs web tersebut. Admin web bisa meminta revisi dari Google jika iklan di situs web miliknya tidak lolos standar agar iklan bisa ditampilkan kembali. Nah, langkah yang diambil oleh Google ini tampaknya tidak hanya membuat pengalaman pengguna saat berselacar di dunia maya menjadi lebih nyaman, namun juga untuk menertibkan situs web agar menata iklan yang tayang di website milik mereka.

 

|| Nell ||

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY