Statusnya Single Tapi Nggak ‘Available’. Bukan Soal Standar Terlalu Tinggi, Tapi Urusan...

Statusnya Single Tapi Nggak ‘Available’. Bukan Soal Standar Terlalu Tinggi, Tapi Urusan Hati

34
0
SHARE

Status tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya orang yang kamu sebut dengan pasangan. Untuk sebagian orang, meski tak pernah membawa gandengan, bukan berarti dia available dan siap menerima semua ajakan kencan. Bukan berarti sedang menjalin hubungan long distance relationship atau LDR, tapi memang sedang tidak menginginkan relationship apa-apa.

Single bukan hanya soal status fisik, melainkan juga status hati. Sebab hatilah yang akan menentukan apakah kamu akan mulai mencari, atau masih tetap menikmati kesendirian. Kamu yang secara status facebookmu single, namun secara hati, kamu unavailable, pasti paham benar hal-hal ini.

1. Status sendiri tidak selalu berarti kamu tergesa-gesa mencari pasangan. Kamu justru menikmati masa-masa sendirian

Bagi sebagian orang, status single atau jomblo adalah momok yang menakutkan. Bagaimana bisa melalui malam-malam minggu yang syahdu bila tidak ada seseorang yang bisa diajak bercengkrama? Namun bagimu, malam minggu hanyalah salah satu malam dalam satu minggu.

Kamu memang single dan masih sendiri. Ke mana-manapun selalu sendiri, ke kondangan pun tegar tanpa pasangan. Bagi beberapa orang, mungkin kamu terlihat menyedihkan. Namun dirimu sendiri justru menganggap kesendirianmu adalah waktu yang layak dinikmati. Kamu tak tergesa-gesa mendapatkan pasangan, hanya karena takut sendirian.

2. Tak bisa disangkal rasa kesepian itu terkadang muncul. Namun bagimu, kesepian bukan satu-satunya alasan untuk mencari pasangan

Apakah kamu tidak merasa kesepian melalui hari-hari sendirian? Jujur saja, barangkali rasa sepi itu ada. Muncul tak terduga, membuatmu kelabakan, dan mulai memutar otak untuk mencari kegiatan. Namun bagimu, itu bukan alasan untuk segera mencari pasangan.

Sebab memiliki pasangan dan rutin menjalani quality time dengan pasangan juga tidak menjadi jaminan kamu berhenti kesepian. Mengatasi kesepian dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan lebih kamu jadikan pilihan. Karena kesepian tidak hanya bisa diobati dengan menemukan pasangan, tapi dengan menemukan hal-hal yang sejalan dengan dirimu.

3. Orang selalu bertanya “Apa sih yang kamu cari?”. Jawabannya tentu sederhana sekali: seseorang yang klik di hati

Pekerjaan ada, penghasilan lumayan, usia pun sudah waktunya. Kamu memang tidak pernah mempermasalahkan status ‘masih sendiri’mu, namun orang lain belum tentu. Sekeras apapun usahamu menunjukkan bahwa kamu baik-baik saja dengan kesendirianmu, banyak yang menganggap itu masalah.

Bagi orang yang terbiasa dengan aturan lumrah kehiduan, lahir – sekolah – sekolah – kuliah – lulus – kerja- nikah, tentu hal itu tidak bisa dibiarkan.Lantas mereka yang tak habis pikir akan sibuk bertanya: Apa sih yang kamu cari? Namun kamu tak perlu panik, sebab jawabannya pun mudah sekali. Kamu sedang mencari seseorang yang klik di hati. Belum berniat menjalin hubungan tidak berarti kamu menutup diri selamanya.

4. Kata orang standarmu terlalu tinggi. Namun perihal masa depan, bukankah kita memang harus mencari yang terbaik?

Lantas orang-orang akan tertarik untuk mencarikanmu calon potensial. Status sendirimu seolah menjadi tanggung jawab bersama yang harus segera dicarikan solusinya. Namun ketika orang bertanya yang seperti apa yang kamu cari, lantas mereka mengatakan standarmu terlalu tinggi. Selain karena susah mencari sosok yang sempurna, kesendirianmu yang sudah begitu lama seharusnya membuatmu mulai memikirkan untuk menurunkan standar. Mungkin kesulitanmu mencari pasangan karena kamu menginginkan sosok yang ada di awang-awang.

Padahal kamu mengerti bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan mengejar sosok yang sempurna sama halnya mengejar yang tidak ada. Namun lama menunggu bukankah tidak berarti harus menurunkan standar? Bukankah untuk mencari imam masa depan, dan menampingi hidup sejak pelaminan hinggak kelak maut memisahkan, kita memang harus mencari yang paling baik?

5. Bagimu pernikahan bukan sekadar tentang ada tidaknya pasangan. Dari dirimu sendiri, masih banyak yang perlu dibenahi

Lagipula, bila arahnya sudah jauh untuk masa depan, pernikahan bukan lagi soal ada atau tidaknya pasangan. Bagimu, pernikahan bukanlah hal sederhana, dan untuk menjalin hubungan serius banyak hal yang harus diperbaiki. Kamu bukan hanya sedang mencari sosok yang paling tepat dan klik di hati, namun juga sedang membenahi dirimu sendiri.

Statusmu memang single, namun hati yang not available itu berasal dari keinginanmu untuk memantapkan diri. Sehingga kelak ketika bertemu seseorang yang pas, kamu sudah siap melangkah ke arah yang diharapkan.

6. Sebab kamu memilih bahagia bersama dirimu sendiri, daripada memaksa berdua hanya agar orang berhenti bertanya-tanya

Deadline pernikahan memang lebih mengerikan daripada deadline tugas ataupun skripsi. Saat teman-teman sebaya sudah melangkah ke pelaminan, sementara kamu masih asyik-asyik saja sendirian, itu akan sangat mengundang pertanyaan. “Pacarnya mana?” adalah hal biasa kamu terima. “Kapan nikah?” bagaikan pertanyaan rutin saat kumpul keluarga.

Namun kamu tidak ingin mencari pasangan hanya karena dianggap sudah saatnya. Bagimu sendiri tapi bahagia lebih baik daripada memaksa berdua namun sama-sama tak tahu untuk apa. Kamu tidak ingin memulai sebuah hubungan hanya karena tekanan dari lingkungan dan dibebani dengan apa yang disebut ‘lumrah’.

Urusan hati memang rumit sekali. Tentu tidak bisa bila kamu memakai standar orang lain untuk mengatur sesuatu yang sifatnya pribadi. Perihal hati, hanya kamu yang paling memahami. Hanya kamu yang tahu kapan kamu siap mencari pasangan dan berorientasi jauh ke depan.

Meskipun cinta memang bisa datang karena terbiasa, namun menjalani hubungan yang hanya sekadar have fun, bukan prioritasmu saat ini. Daripada menjalin hubungan sana-sini hanya agar ada yang menemani, kamu lebih memilih mencari yang paling pas, sembari menata diri sendiri.

 

|| Si O ||

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY