Waspada Bencana di Pulau Jawa

Waspada Bencana di Pulau Jawa

320
0
SHARE

Jakarta – Sejumlah wilayah di pulau Jawa mengalami cuaca ekstrem sejak pekan lalu hingga saat ini. Beberapa daerah seperti di Pacitan, Yogyakarta, Magetan, Cilacap Banyumas, hingga wilayah Jawa Barat dan Banten menjadi wilayah yang paling terkena dampak cuaca ekstrem tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak pekan lalu telah meminta masyarakat untuk bersiaga menghadapi cuaca ekstrem ini. BMKG mendeteksi siklon tropis, yang dinamakan “cempaka’ tumbuh sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa.

“Siklon tropis Cempaka lahir, siaga cuaca ekstrem tiga hari ke depan,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

Adanya siklon tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah Selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya. Dampak yang ditimbulkan adanya siklon tropis Cempaka berupa potensi hujan di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Potensi hujan lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur,” ujar Mulyono.

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Siklon tropis Cempaka ini, kata Sutopo akan luruh pada 2 Desember 2017.

“Dampak siklon per 29/11/2017 pagi 19 orang tewas, ribuan rumah terendam banjir dan kerusakan lainnya. Waspadalah,” tandas Sutopo.

BMKG memperingatkan munculnya pusat tekanan rendah Badai Cempaka di Samudera Hindia selatan Jawa.

Pusat tekanan rendah ini memicu munculnya gelombang tinggi dan berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem, terutama di Pulau Jawa bagian selatan, terutama di Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, Jawa Tengah.

Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan, gelombang di perairan Samudra Hindia berpotensi mencapai 2,5-4 meter di perairan lepas. Sementara, di perairan pantai, ombak berpotensi setinggi 2 meter.

Dia mengimbau agar nelayan perahu kecil lebih waspada dan dan tak berlayar melebihi 5 mil laut. Dengan begitu, saat muncul gelombang tinggi, nelayan bisa memacu perahu ke arah pantai dan terhindar dari bencana.

 

Sumber : www.liputan6.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY