Jokowi: Kalau Tak Ngotot, Indonesia Hanya Dapat 9% dari Freeport

Jokowi: Kalau Tak Ngotot, Indonesia Hanya Dapat 9% dari Freeport

217
0
SHARE
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi sorotan karena berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Jokowi pun mengungkapkan apa yang terjadi sampai akhirnya Freeport mau melepas 51 persen saham untuk Indonesia.

Jokowi mengungkapkan, negosiasi antara pemerintah Indonesia dengan Freeport terbilang cukup lama. Terhitung, negosiasi dilakukan selama 2,5 tahun.
Memang perundingan sangat alot. Kemudian, 6 bulan terakhir perundingan lebih intensif dan akhirnya membuahkan hasil, yakni 51 persen saham Freeport milik Pemerintah.

“Memang alot. Negosiasi tidak ngotot ya dapatnya 9% lagi,” ujar Jokowi saat membuka Rakernas III Projo di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9/2017.
Hal yang sama juga terjadi para pengelolaan Blok Mahakam. Sebelumnya, Blok Mahakam dikelola oleh perusahaan Jepang dan Prancis. Akhirnya, pemerintah berhasil mengambil alih 100 persen blok Mahakam.

Semua pengelolaan kini diserahkan kepada PT Pertamina. Setelah itu, Pertamina bekerja sama kembali dengan pihak lainnya bisa saja dilakukan.

“Sekali lagi mayoritas saham itu harus dimiliki oleh Indonesia. Masak 1% saja nggak diberi. Iya yang Mahakam itu diam saja bertahun-tahun,” ucap dia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY