Sensasi Menikmati Pisang Goreng dengan Cocolan Sambal

Sensasi Menikmati Pisang Goreng dengan Cocolan Sambal

88
0
SHARE

Angin berhembus kencang di Pantai Malalayang, mendorong air laut menghempas bebatuan cadas yang ada di pinggirnya. Sementara Pulau Manado Tua berdiri angkuh di hadapan, menyingsing sinar matahari yang mulai berpendar merah di air laut. Suasana demikian akan semakin lengkap jika ditemani kudapan khas Manado berupa pisang goreng.

Sepintas tak ada yang berbeda antara pisang goreng Manado dengan pisang goreng pada umumnya, termasuk cara pembuatannya. Awalnya pisang dipilih dari jenis pisang kepok, pemilihan jenis pisang ini bukan tanpa alasan, pisang kepok mempunyai daging yang tebal dan dianggap mempunyai rasa yang lebih manis dan cocok untuk dijadikan bahan utama pisang goreng.

Adonan pisang goreng terbuat dari tepung terigu yang dicampur air sedikit demi sedikit hingga mencapai kekentalan tertentu. Setelah adonan selesai dibuat, pisang dimasukkan dalam keadaan sudah teriris 4 kali tanpa putus, sehingga pisang nampak lebar dan pipih ketika digoreng. Minyak yang digunakan harus penuh, hal ini penting agar pisang dapat terendam minyak panas dengan sempurna.

Meski cara pembuatannya tidak berbeda dengan pisang goreng pada umumnya, namun satu yang unik dari pisang goreng Manado terletak pada cara menyantapnya. Pisang goreng Manado biasa disantap dengan cocolan sambal ikan roa. Perpaduan sambal ikan roa yang gurih dan pedas dengan pisang goreng yang manis dan legit menghasilkan cita rasa yang khas saat berada di mulut. Menikmati pisang goreng dengan cocolan sambal merupakan pengalaman unik yang hanya Anda bisa rasakan di Manado.

Penjual pisang goreng Manado banyak ditemukan di sekitaran Pantai Malalayang. Dibanderol dengan harga Rp2000/buah, kudapan khas yang satu ini sangat cocok untuk menemani suasana santai sambil menikmati hembusan angin pantai. Namun Jangan lupa, kenikmatan menyantap pisang goreng Manado akan semakin lengkap dengan tambahan kopi tradisional Manado yang disajikan saat kopi masih panas

 

|| Dini Vhia ||

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY