Sekelumit Cerita tentang “Jembatan Aborsi” Dekat Stasiun UI

Sekelumit Cerita tentang “Jembatan Aborsi” Dekat Stasiun UI

188
0
SHARE

DEPOK, BERITAKORAN.com Sejak sekitar awal 2016, di pelintasan rel tak jauh dari Stasiun UI terdapat sebuah jembatan penyeberangan orang. Jembatan ini menjadi akses penghubung bagi pejalan kaki dari arah Jalan Margonda yang hendak menuju komplek Kampus UI, tak terkecuali Stasiun UI sendiri.

Dibangunnya jembatan ini bertujuan agar pejalan kaki tidak lagi melintas di atas rel. Mungkin bagi para warga normal pada umumnya, melintas melalui jembatan ini tak bermasalah. Namun tidak demikian dengan para perempuan hamil.

Cukup banyak perempuan hamil yang kerap melontarkan keluhan saat harus melintas di jembatan ini. Keluhan ini pula yang kemudian memunculkan istilah ” Jembatan Aborsi “.

Para perempuan hamil yang kerap beraktivitas di kawasan tersebut diketahui kerap saling mengingatkan satu sama lain agar tidak melintas di jembatan ini. Mereka berceloteh jika melintas di jembatan ini bisa menggugurkan kandungan.

“Kenapa jembatan aborsi? Mungkin karena memang itu jembatan tinggi banget dan jarak antara satu anak tangga ke anak tangga lainnya kecil banget dan banyak. Baru setengah jalan aja dah keringetan,” ujar Ayu (33).

Ayu sempat punya pengalaman tersendiri dengan jembatan dekat Stasiun UI ini. Saat menjalani masa kehamilan anak keduanya pada sekitar pertengahan 2016, dia sempat lebih memilih naik ojek untuk sekedar menyeberang dari arah Jalan Margonda ke kampus UI. Tujuannya untuk menghindar lewat di jembatan ini.

“Kalau enggak penting-penting banget ya saya enggak bakal lewat situ. Dan kalau emang mendesak dan sudah habis tenaga buat naik tangga untuk arah balik ke kampus lagi, saya lebih milih naik ojek,” kata dia.

Kondisi tangga di jembatan penyeberangan orang yang berlokasi tak jauh dari Stasiun UI. Jembatan ini menjadi akses penghubung bagi pejalan kaki dari arah Jalan Margonda yang hendak menuju komplek Kampus UI, tak terkecuali Stasiun UI sendiri.
Kondisi tangga di jembatan penyeberangan orang yang berlokasi tak jauh dari Stasiun UI. Jembatan ini menjadi akses penghubung bagi pejalan kaki dari arah Jalan Margonda yang hendak menuju komplek Kampus UI, tak terkecuali Stasiun UI sendiri.(Kompas.com/Alsadad Rudi)

Selain Ayu, ada pula Icha (29) yang punya pengalaman dengan jembatan dekat Stasiun UI saat tengah menjalani masa kehamilan. Saat akan menghadiri sebuah kegiatan di kampus UI, pengguna rutin KRL commuter line ini lebih memilih turun di Stasiun Pondok Cina. Walaupun, titik lokasi acara sebenarnya lebih dekat dengan Stasiun UI.

“Tangganya curam banget soalnya. Jadi mending turun di Pocin,” ujar perempuan yang tengah mengandung anak pertama ini.

Beberapa waktu lalu, Kompas.com sempat datang untuk melihat jembatan Stasiun UI ini. Jika diamati dari jarak beberapa ratus meter, jembatan ini memang terlihat cukup tinggi. Jembatan berjarak sekitar 50 meter dari pintu Stasiun UI. Jika diamati dari dekat, tangga jembatan terlihat cukup curam.

Ada 48 anak tangga yang harus dinaiki untuk bisa sampai ke atas. Ketinggian masing-masing anak tangga terpantau tak sampai satu jengkal telapak tangan orang dewasa. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses penyeberangan di lokasi tersebut. Karena sepanjang pinggir rel sudah dipagari untuk mencegah ada yang melintas.

Tidak diketahui pasti instansi yang berwenang terhadap jembatan ini. Jembatan ini diketahui berada di wilayah perbatasan antara Jakarta dan Depok. Dinas Perhubungan dari kedua wilayah membantah sebagai instansi yang berwenang.

Informasi lain menyebutkan bahwa jembatan tersebut dibangun oleh Satuan Kerja dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Sementara itu Wakil Direktur Utama Bidang Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa memberikan sebuah saran bagi penumpang yang tengah hamil dan khawatir untuk melintas di jembatan dekat Stasiun UI ini.

“Kita sarankan karena berdekatan dengan Stasiun Pondok Cina, jadi sebaiknya beralih ke sana. Karena sangat dekat kan,” ujar Eva.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY