Seduh Kopi Apa Pagi Ini? Coba Dulu Kopi Bengkulu

Seduh Kopi Apa Pagi Ini? Coba Dulu Kopi Bengkulu

205
0
SHARE

Kopi sangat lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Bagi banyak orang, pagi hari kurang lengkap tanpa menyeruput kopi. Gaya hidup itu ditopang oleh banyaknya kopi sedap dari berbagai daerah, termasuk Bengkulu.

Setiap wilayah penghasil kopi memiliki kisah tersendiri dalam mengolah hasil bumi yang satu ini. Di kabupaten Kepahiang, Bengkulu, kopi tumbuh di kebun kopi yang dikelola secara turun temurun. Banyak juga tanaman kopi yang tumbuh liar di tengah hutan belantara.

Kopi yang dipetik masyarakat secara acak biasanya dijemur sejak pagi hari di atas aspal jalan hingga mengering. Gilasan roda kendaraan yang melintas mampu menjadi pengganti mesin perontok kulit kopi hingga siap digongseng atau roasting. Pengolahan
sederhana dan tanpa aturan itu membuat harga jual kopi menjadi tidak maksimal.

Ketua Asosiasi Kopi Bengkulu Herry Supandi mengatakan, pola tradisional yang biasa dilakukan oleh masyarakat itu harus diubah. Selain menjatuhkan mutu kopi juga membuat kandungan nutrisi dan aroma kopi terbuang percuma.

“Kita mencoba memproduksi kopi Kepahiang yang memiliki aroma dan citarasa yang kuat menjadi kopi premium,” ujar Herry di Bengkulu, Minggu 30 Juli 2017.

Dia mengatakan melakukan pengawasan dan pendampingan para petani kopi dalam memilih biji kopi yang dipanen dengan hanya memetik buah masak berwarna merah saja. Setelah dipetik dilakukan penjemuran di tempat yang lebih tinggi dari tanah dan terkena matahari langsung. Disarankan dalam menjemur kopi ditutupi plastik bening yang dibuat seperti rumah kaca.

Setelah kering, biji kopi dipilah sebelum masuk mesin perontok kulit. Hasil terbaik akan digongseng atau di-roasting dengan suhu dan waktu pembakaran yang diatur secara ketat. Setelah dipastikan mengeluarkan aroma kopi yang khas, baru dilakukan
penggilingan hingga menjadi bubuk kopi siap hidang.

“Ada kepuasan tersendiri jika kita menyeruput kopi premium asal Kepahiang ini,” lanjut Herry.

Salah seorang produsen kopi asal Kepahiang, Fauzi Ladesang, mengatakan, di wilayahnya memproduksi empat jenis biji kopi, diantaranya kopi jenis Robusta, Arabica, Kopi biji musang atau Luwak.

Selain itu kopi yang dimakan oleh hewan lain seperti burung  dan beberapa hewan herbivora lain. Jenis terakhir ini biasanya disebut kopi Semang.

“Masing masing jenis kopi memiliki ciri khusus dan penggemar tersendiri,” kata Fauzi.

Sumber : www.liputan6.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY