Mana Lebih Merugikan, Alkohol Atau Obat-obatan?

Mana Lebih Merugikan, Alkohol Atau Obat-obatan?

241
0
SHARE

Alkohol dan obat-obat terlarang, keduanya merupakan musuh yang sangat dibenci oleh masyarakat sekaligus sahabat yang sangat diidam-idamkan para pecandu. Tapi mana yang lebih berbahaya, alkohol ataukah obat-obatan?

Mungkin sebagian besar orang berpendapat bahwa obat-obat terlarang lebih berbahaya daripada alkohol – meskipun kedua-duanya dikenal sebagai perusak kesehatan. Namun, pandangan itu ternyata keliru.

Yang benar, penggunaan alkohol membawa masalah yang jauh lebih banyak dan berat ketimbang penyalahgunaan obat bius. Ini terungkap dari sebuah tulisan yang dilansir oleh lembaga sosial Alcohol Concern dari Inggris.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 58 persen masyarakat menyebutkan bahwa penggunaan alkohol membawa masalah sosial yang lebih serius. Bahkan, jumlah orang yang tergantung pada alkohol pun dua kali lipat lebih besar dibanding pengguna obat-obatan.

Angka-angka ini diperoleh anggota-anggota lembaga tersebut dari beberapa riset. Selain itu, mereka juga melakukan kajian terhadap hasil-hasil temuan beberapa survei sebelumnya.

Karenanya, lembaga sosial itu langsung mengajak agar masyarakat memberi perhatian yang lebih besar untuk menangani masalah alkoholisme ini. Menurut direkturnya, Eric Appleby, tindakan-tindakan untuk mengatasinya kini sudah sangat mendesak.

Menurut anggota kelompok ini, ada satu kekeliruan besar dalam benak orang banyak dan pemerintah tentang alkohol selama ini. Berbeda dari obat bius, alkohol masih lebih mudah ditolerir masyarakat dan perilaku ini masih legal di mata pemerintah. Hal ini berlaku juga untuk berbagai masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Itulah sebabnya lembaga sosial tersebut menyarankan agar penggunaan alkohol digolongkan sebagai perilaku yang sangat tidak bertanggung jawab dan berbahaya. Ditegaskan, masyarakat umum perlu menyadari bahwa alkohol adalah sesuatu yang sangat merugikan banyak orang.

Dalam studi tersebut, masyarakat Inggris sendiri umumnya mengatakan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab untuk menanggulanginya adalah pemerintah. Sebagian besar berpendapat bahwa orang-orang akan lebih sehat dan masyarakat akan lebih aman jika konsumsi alkohol dibatasi.

Menurut fakta yang ditemukan, alkohol selalu berjalan bergandengan dengan berbagai fenomena sosial yang sangat menakutkan. Di antaranya ialah kejahatan, bunuh diri, kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan penyakit. Singkatnya, menurut lembaga ini, alkohol jauh lebih banyak menimbulkan masalah bagi masyarakat ketimbang obat-obatan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY