Anak Pilek, Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Anak Pilek, Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

223
0
SHARE

Anak-anak, mulai dari masih bayi mudah sekali terserang pilek atau rinitis. Meski tergolong penyakit ringan, orangtua kerap khawatir dan buru-buru membawa anak ke dokter jika pilek tak kunjung sembuh.

Sebaiknya, kapan anak yang pilek perlu dibawa ke dokter? Dokter spesialis anak, Isabella Riandani menuturkan, apabila pilek disebabkan oleh virus, umumnya akan sembuh dengan sendirinya.

“Rata-rata pilek hilang dalam waktu seminggu sampai 10 hari,” kata Isabella dalam diskusi SOHO #BetterU Kupas Tuntas Rinitis pada Anak di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Jadi, anak pilek karena virus tak harus dibawa ke dokter, apalagi sampai diberi antibiotik. Sebab, antibiotik hanya boleh digunakan mengatasi penyakit karena infeksi bakteri.

Menurut Isabella, orangtua di rumah bisa mengatasinya di rumah tanpa memberi obat-obatan. “Berikan ekstra ASI dan sering dijemur kalau masih bayi,” imbau Isabella.

ASI dan sering menjemur bayi pada pagi hari akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Dengan begitu, penyakit akan lebih cepat dilawan. Jika anak susah besar, berikan banyak minum air hangat.

Bisa juga memberikan tetes hidung untuk membersihkan hidung bayi, aromaterapi, serta minya kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat. Bersihkan hidung bayi dari lendir atau ingus setiap hari. Untuk anak-anak yang sudah agak besar, ingatkan ia selalu membuang cairan dan lendir di hidungnya.

Nah, berobat ke dokter sebaiknya jika keadaan pilek sudah sangat menganggu anak dan tak kunjung sembuh. Misalnya, anak jadi selalu sulit tidur, sangat rewel, hingga tak mau minum ASI pada anak masih bayi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY