4 Langkah Hindari Nyeri Bulanan

4 Langkah Hindari Nyeri Bulanan

255
0
SHARE

Perut kembung, kram dan mudah menangis adalah gejala yang dialami wanita setiap bulan. Ternyata biang keladi segala derita itu ada pada satu hal, inflamasi.

Hal itu ditemukan dalam riset baru yang diadakan ilmuwan dari University of California, Davis. Mereka meneliti data dari survei nasional terhadap lebih dari 3.000 wanita dan menemukan mereka dengan kadar penanda inflamasi (disebut C-Reactive Protein (CRP) lebih tinggi cenderung mengalami gejala pra menstruasi.

Gejala yang paling umum seperti uring-uringan, kram, nyeri punggung, ngidam makanan tertentu, pertambahan berat badan, kembung dan nyeri payudara. Ternyata satu-satunya gejala yang tak ada hubungannya dengan inflamasi adalah sakit kepala.

Studi ini tidak membuktikan mana yang datang duluan, inflamasi atau gejala pra menstruasi. Tetapi penemuan ini masih bermanfaat karena membantu wanita mengatasi sebagian besar derita bulanan mereka.

Berikut ini empat cara mengurangi inflamasi dan mengatasi gejala menstruasi dari Keri Peterson, MD, dokter penyakit dalam dari New York dan konsultan kesehatan digital zocdoc.

1. Mengonsumsi omega 3
Nutrisi asam omega 3 menambah jumlah protein yang mengurangi inflamasi dan secara bersamaan mengurangi protein yang menyebabkan inflamasi. Asam omega 3 ini didapat dari ikan salmon, tuna, minyak zaitun.

2. Hindari makanan olahan
Minyak trans, gula, makanan kaya gluten amat berhubungan dengan inflamasi. Cara terbaik menghindari jenis makanan ini adalah selalu memilih makanan segar dan menghindari makanan olahan seperti sosis, nugget, dendeng dan lain-lain. Pilihan protein tanpa lemak seperti ikan dan juga buah dan sayur yang kaya fitonutrisi anti inflamasi.

3. Latihan yoga
Olahraga adalah cara terbaik menghindari stres dan menurunkan kadar inflamasi. Pilihlah jenis olahraga yang mengandalkan napas dalam seperti yoga dan pilates.

4. Tidur lebih awal
Tidur nyenyak tujuh sampai delapan jam sehari memberi tubuh memperbaiki dirinya dari tuntutan hidup sehari-hari. Ketika kurang tidur, kita jadi rentan mengalami inflamasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY