Salahi izin, bangunan 4 lantai di Jalan Sangkuriang Bandung disegel

Salahi izin, bangunan 4 lantai di Jalan Sangkuriang Bandung disegel

109
0
SHARE

Sebuah bangunan empat lantai yang berada di Jalan Sangkuriang 6 A, kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, disegel oleh petugas Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung. Bangunan yang rencananya dijadikan kafe itu disegel petugas lantaran tidak sesuai dengan peruntukan izin.

Penyegelan bangunan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sebelum disegel, bersama sejumlah petugas dari distarcip, Satpol PP dan kecamatan, Ridwan Kamil meninjau ke setiap lantai bangunan gedung yang berjumlah empat lantai.

Dari inpeksi mendadak itu sejumlah ruangan tampak masih kosong. Ada juga para pekerja bangunan yang masih menyelesaikan pekerjaannya terhadap bangunan tersebut.

“Ini salah satu contoh pelanggaran bangunan di Jalan Sangkuriang 6 A ini. IMB (izin mendirikan bangunan)-nya rumah tinggal tiga lantai, ternyata sekarang tidak rumah tinggal dan tidak tiga lantai, dia empat lantai dan berubah menjadi fungsi jasa,” ujar Ridwan di sela penyegelan, Kamis (29/9).

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, sesuai Rencana Detail Tata Tuang (RDTR) Kota Bandung yang baru, bangunan itu sebetulnya diperbolehkan untuk berubah fungsi. Namun dengan catatan sesuai dengan fungsi tata ruang yang tertuang di RDTR.

“Jadi kalau perubahan fungsinya karena tata ruang baru membolehkan, saya kira tidak ada masalah. Tapi bangunan ini hanya tiga lantai berarti lantai keempatnya yang melanggar harus dihancurkan. Jadi sanksinya ada penghancuran lantai empat, tidak ada kompromi, bangunan hanya tiga lantai sesuai kepadatan dan aturan yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Emil, aturan lain yang dilanggar yakni terkait koefisien dasar bangunan dan koefisien dasar hijau (KDH) bangunan. “Nah itu dia juga melanggar. Jadi sedang dicari sanksinya seperti apa antara lain salah satu opsinya bisa membeli tanah di daerah yang memadai dengan dijadikan RTH sebagai kompensasi. Mudah-mudahan jadi pelajaran, di Kota Bandung jangan macam-macam, pasti kami akan sikat,” ungkapnya.

Dengan adanya penyegelan ini lanjut Emil menjadi pelajaran bagi masyarakat yang akan mendirikan bangunan harus sesuai dengan peruntukan izin. “Silakan berbisnis dan berinvestasi di Kota Bandung tapi syaratnya hanya satu, sesuai aturan,” kata dia.

Lebih lanjut Emil mengatakan, pemilik bangunan dapat menggunakan bangunan ini, asalkan melakukan pembongkaran terlebih dahulu lantai empat bangunan. “Jadi bisa digunakan lagi, kalau bangunan lantai empat dibongkar dan dia mengkompensasi dengan RTH yang diambil di sini. Ada penggantian untuk RTH, tapi yang utamanya pembongkaran,” tandasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY