Terjadi Lagi, Pria Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi di California AS

Terjadi Lagi, Pria Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi di California AS

195
0
SHARE

Penembakan oleh polisi terhadap pria kulit hitam kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini di kota El Cajon, California, saat polisi menembak mati seorang pria yang disebut berperilaku aneh.

Seperti dilansir AFP, Rabu (28/9/2016), penembakan yang terjadi pada Selasa (27/9) sore ini memicu aksi protes warga yang menuding polisi melakukan pembunuhan yang tidak bisa dibenarkan. El Cajon berjarak sekitar 24 kilometer dari kota San Diego.

Dalam pernyataannya, kepolisian El Cajon menyebut insiden ini berawal saat dua polisi mendekati pria yang tidak diketahui identitasnya itu di belakang sebuah restoran setempat, usai menerima laporan warga soal keberadaan pria yang berperilaku tidak seperti dirinya. Pria yang diperkirakan berusia 30-an tahun itu juga dilaporkan berjalan di tengah lalu lintas ramai.

Baca juga: Tembak 9 Orang di Houston AS, Pengacara Tewas di Tangan Polisi

Saat polisi tiba di lokasi, pria itu malah berjalan bolak-balik dan mengabaikan instruksi polisi untuk mengeluarkan tangannya dari kantong. Menurut keterangan polisi setempat, pada satu momen, saat polisi berusaha berbicara dengan pria itu, dia malah berperilaku aneh.

“Dia dengan cepat mengambil sebuah benda dari kantong celana bagian depan, mengatupkan kedua tangannya dan menjulurkannya ke arah polisi sambil memperagakan pose menembak,” demikian keterangan polisi setempat.

Kepala Kepolisian El Cajon, Jeff Davis, tidak menyebut lebih lanjut benda yang dikeluarkan pria itu. Namun dalam konferensi pers, polisi menegaskan tidak ada senjata api yang ditemukan dari lokasi kejadian.

Baca juga: Kerusuhan Mereda, Aturan Jam Malam di North Carolina Dicabut

Dijelaskan kepolisian setempat, polisi yang ‘ditodong’ pria aneh itu dengan tangannya, melepaskan tembakan beberapa kali. Sedangkan satu polisi lainnya menembakkan senjata kejut listrik.

Usai insiden ini, sekitar 100 demonstran dengan cepat berkumpul di lokasi penembakan. Mereka menuding polisi menembak pria itu tanpa memberi peringatan. “Mereka (polisi) keluar, menarik senjata, ketiganya melakukan hal yang sama dan mereka menembaknya lima kali,” ucap salah satu demonstran bernama Rumibdeai Mubaiwa kepada media lokal, KUSI.

“Tidak ada yang memperingatkannya, memintanya untuk tidak bergerak, untuk berhenti, atau apapun. Dan satu lagi pria kulit hitam tak bersenjata terbunuh,” imbuhnya.

Baca juga: Tembak Mati Pria Kulit Hitam Tak Bersenjata, Polwan AS Didakwa Pembunuhan

Insiden ini terjadi selang beberapa hari usai kerusuhan melanda Charlotte, North Carolina, yang dipicu aksi memprotes penembakan pria kulit hitam bernama Keith Lamont Scott (23). Polisi menyebut Scott bersenjata dan berbahaya, namun pihak keluarga meyakini dia tidak bersenjata.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY