Pasutri di Bekasi diamankan Densus 88 terkait ISIS

Pasutri di Bekasi diamankan Densus 88 terkait ISIS

155
0
SHARE

Densus 88 menangkap AR alias Abu Fauzan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/9) pagi. Abu Fauzan diduga berperan mengatur keberangkatan para WNI yang hendak ke Suriah untuk bergabung dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

“Abu Fauzan telah ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang masih diperiksa,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/9).

Dalam pemeriksaannya, selain sebagai fasilitator pemberangkatan WNI, terungkap bahwa Abu Fauzan juga memberikan motivasi dan pembekalan kepada para WNI sebelum mereka diberangkatkan ke Suriah. “Dia memberikan motivasi dan pembekalan jawaban-jawaban bohong apa yang harus dikemukakan untuk mengantisipasi kalau para WNI tertangkap,” kata Boy.

Sementara polisi masih mengusut kemungkinan ada pihak lain yang menyuruh Abu Fauzan memberangkatkan WNI ke Suriah. “Masih didalami perannya, apa dia bekerja sendiri, apa disuruh,” ujar Boy.

Boy mengatakan, awalnya polisi menangkap tujuh WNI yang diduga hendak berangkat ke Suriah. Mereka ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/9).

Dari ketujuh orang tersebut, hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka yakni ANF, A dan W. “Para tersangka tersebut adalah ANF, A, W dan AR alias Abu Fauzan,” kata Boy.

Sebelumnya, pasangan suami istri disergap di Jalan Raya kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (28/9) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Beredar kabar bahwa pasangan tersebut merupakan terduga teroris yang ditangkap oleh Aparat Densus 88, Mabes Polri.

Saksi mata, Arisanto (26), mengatakan, penyergapan bermula ketika pasangan suami istri tersebut mengendarai sepeda motor dari arah utara menuju selatan. Kemudian, dua orang pengendara sepeda motor berpakaian preman memepetnya.

“Sepeda motor pasutri itu diadang di depan, kemudian jatuh,” kata Arisan, Rabu (28/9).

Seorang mengaku sebagai polisi kemudian mengeluarkan senjata api dan meminta warga untuk bubar. Sedangkan, seorang pria yang masih menggunakan helm dipaksa masuk ke dalam mobil Toyota Kijang kapsul yang sudah membuntuti pasutri tersebut.

“Istrinya pakai jilbab, kemudian mereka dibawa,” ujarnya.

Berselang dua jam kemudian aparat Densus 88 Mabes Polri meluncur ke Mustikajaya. Diduga kedatangan aparat tersebut berkaitan dengan penyergapan dua orang pasutri itu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY