Jessica Diminta Mantan Pacar untuk Tidak Mendekati Dia

Jessica Diminta Mantan Pacar untuk Tidak Mendekati Dia

197
0
SHARE

Mantan pacar Jessica Kumala Wongso, yaitu Patrick O’Connor, pernah meminta polisi Australia untuk menjauhkan Jessica dari dirinya. Permintaan itu diajukan O’Connor pada November 2015.

Hal itu dikemukakan anggota polisi New South Wales, Australia, John J Torres, yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin(26/9/2016). Jessica yang merupakan terdakwa dalam kasus kematian itu kuliah dan kerja di Australia sebelum pulang ke Indonesia pada akhir tahun lalu.

O’Connor menganggap Jessica dapat membahayakan keselamatannya karena kondisi kejiwaan yang tidak stabil.

“Tuan O’Connor memiliki kekhawatiran terhadap apa yang dilakukan Nona Wongso (Jessica). Dia meminta untuk mendapatkan perintah penjauhan dari Nona Wongso,” ujar Torres dalam kesaksiannya Senin malam.

Torres menuturkan, hubungan percintaan O’Connor dan Jessica telah berakhir. Namun, Jessica beberapa kali menghubungi O’Connor melalui pesan singkat dan telepon. Jessica juga pernah beberapa kali mengancam akan menyakiti dirinya.

Ketika menanggapi pernyataan Torres, kuasa hukum Jessica, yaitu Otto Hasibuan, menyatakan Jessica seringkali menelepon dan meng-SMS O’Connor karena Jessica hendak menagih utang.

“Apakah Saudara (saksi) tahu Patrick (O’Connor) meminta penjauhan karena Jessica menagih utang Patrick dan tidak dibayar sehingga ditagih terus? Dan terus meng-SMS agar dibayar sehingga (O’Connor) memohon pengadilan untuk penjauhan dengan tujuan agar utangnya tidak dibayar?” tanya Otto.

Torres mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Dia hanya menjelaskan laporan-laporan kepolisian yang berkaitan dengan nama Jessica. Torres mengakui, kebanyakan laporan kepolisian terkait Jessica selama dia berada di Australia  dibuat oleh O’Connor.

Wayan Mirna Salihin meninggal pada 6 Januari 2016 setelah minum es kopi vietnam yang dibelikan Jessica di kafe Olivier, Jakarta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY