Gemetar digeledah polisi, Ali Sadikin selipkan ganja di celana dalam

Gemetar digeledah polisi, Ali Sadikin selipkan ganja di celana dalam

159
0
SHARE

Ali Sadikin, pemuda berusia 22 tahun, badannya gemetar dan mukanya pucat ketika diperiksa polisi. Benar saja, ketika menggeledah badannya, polisi menemukan dua paket kecil ganja diselipkan di celana dalam.

Pemuda pengangguran itu ditangkap saat mengendarai sepeda motor di Jalan KH Azhari, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Di lokasi itu, sejumlah anggota tengah kepolisian menggelar razia.

Melihat ada polisi, membuat pelaku ketar-ketir. Dia berusaha membelokkan sepeda motornya, namun dicegat petugas. Awalnya, polisi tidak menemukan apa-apa di motor pelaku. Namun, begitu akan menggeledah pakaiannya, pelaku justru gemetaran.

Ternyata, di balik celana dalam tersangka ditemukan dua paket kecil ganja. Tersangka yang tinggal di Jalan Pangeran Ayin, Kelurahan Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, itu pun digiring ke kantor polisi.

Tersangka Ali mengaku baru saja membeli ganja dari seorang pengedar berinisial KT (DPO) di kawasan Lorong Keramat, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, dengan harga Rp 100 ribu per paket. Dia sengaja menyimpan ganja di celana dalam untuk mengelabui petugas saat razia.

“Biar tidak ketahuan, sudah sering begitu,” ungkap tersangka Ali di Mapolsek Seberang Ulu I Palembang, Rabu (7/9).

Rencananya, kata dia, ganja itu dikonsumsinya sendiri di rumah. Sejak 1,5 tahun terakhir, tersangka sudah ketagihan mengisap barang haram tersebut.

“Bawaannya enak kalo habis isap. Seminggu pakainya bisa dua kali,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Seberang Ulu I Palembang Iptu Azwan mengatakan, tersangka ditangkap karena petugas curiga dengan gerak-geriknya. Dugaan petugas benar, tersangka membawa ganja. Tersangka terancam dijerat Pasal 111 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara di atas empat tahun.

“Barang bukti ditemukan di celana dalam tersangka, dia sengaja menyimpannya di sana biar tidak ketahuan,” tukasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY