Gerhana matahari sebagian sambangi 124 kota/kabupaten di Indonesia

Gerhana matahari sebagian sambangi 124 kota/kabupaten di Indonesia

93
0
SHARE

Fenomena Gerhana Matahari Cincin kembali terjadi. Peristiwa alam ini akan berlangsung pada 1 September mendatang, gerhana ini hanya akan terjadi setiap 18 tahun sekali.

Gerhana Matahari Cincin ini hanya bisa terlihat secara penuh di kawasan Afrika, sedangkan masyarakat Indonesia bisa menyaksikan sebagian dari gerhana tersebut, atau disebut Gerhana Matahari Sebagian.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, fenomena alam ini bisa dilihat di 124 kota/kabupaten di 10 provinsi. Yakni Sumatera barat bagian selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian tenggara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur bagian barat.

“GMC 1 September 2016 ini akan teramati dari lokasi-lokasi di atas pada saat matahari akan terbenam,” kata BMKG dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/8).

Peristiwa GMC yang terjadi pada 1 September 2016 ini akan berlangsung selama 34 menit 20,1 detik di Kota Manna, Bengkulu. Kota Manna merupakan titik terlama yang bisa mengamati terjadinya GMC di Indonesia.

Sementara itu, kontak GMC pertama akan terlihat di Pacitan pada pukul 17:26:00,9 WIB. Setelah itu akan terus bergeser ke bagian barat Indonesia.

“Mengingat gerhana ini terjadi saat sore hari di Indonesia, semua lokasi di pulau Jawa dan Kalianda, Lampung hanya terlewatioleh kontak pertama (ketika piringan bulan muali mendekati piringan matahari) saja untuk kemudian Mataharinya terbenam,” terang BMKG.

Adapun puncak GMC pertama kali bisa terlihat di Seai-Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada pukul 17:52:18,5 WIB. Kemudiam akan terus bergeser ke beberapa kota sekitarnya.

“Setelah puncak gerhana ini, Matahari pun terbenam di semua kota di Lampung, serta di beberapa kota di Sumatera Selatan dan Bengkulu,” tambahnya.

Proses gerhana berakhir ketika kontak terakhir terjadi. Hal ini akan teramati paling awal di Talang Ubi, Sumatera Selatan pada pukul 17.59.36, WIB. Proses paling akhir dari GMC terjadi di Kepahiang, Bengkulu pada pukul 18.06.58,2 WIB.

Secara umum, gerhana dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk memprediksi keberulangannya secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut Siklus Saros tertentu. Gerhana-gerhana pada Siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari.

Sebagai contoh, GMC 1 September 2016 adalah anggota ke 39 dari 71 anggota pada Siklus Saroske 135. Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GMC 1 September 2016 ini adalah GMC yang terjadi pada 22 Agustus 1998. Adapun Gerhana sesudahnya yang berasosiasi dengan GMC 1 September 2016 tersebut adalah GMC yang terjadi pada 12 September 2034.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY