JK soal pemukulan guru: Wah itu dosa besar

JK soal pemukulan guru: Wah itu dosa besar

165
0
SHARE

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan peristiwa pemukulan terhadap guru, Dasrul oleh orang tua siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, Jalan Pancasila, Rabu (10/8) kemarin. Padahal, kata JK, di Makassar, seorang murid mencela atap rumah seorang guru tak boleh.

Jadi tentu kita sesalkan. Di Makassar itu ada suatu ajaran zaman dulu, sampai-sampai bagaimana guru itu harus dihormati begini, mencela atap rumah guru pun jangan. Jangan sampai ada murid mencela atap rumahnya guru, apalagi memukul, wah itu dosa besar dari sisi kejahatan besar,” kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/8).

JK menceritakan, zaman dulu, seorang guru memukul muridnya dengan kayu rotan tak dipersoalkan. Namun saat ini seorang guru tak boleh melakukan kekerasan terhadap muridnya karena sudah diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Jadi apapun pasti salah dan di Makassar polisi sudah mengambil tindakan baik muridnya dan orangtua murid itu sudah ditahan di kepolisian karena tindakannya,” kata dia.

Seperti diketahui, seorang guru, Dasrul, (45) dianiaya orangtua siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Makassar, jalan Pancasila, Rabu (10/8). Pelaku yang diketahui bernama Adnan Achmad (38) memukul korban setelah tak terima anaknya, Af (15), ditegur dan ditampar pada jam pelajaran di sekolah.

Kepala Polsek Tamalate Kompol Azis Yunus mengatakan, pelaku saat ini diamankan di kantor untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Adapun korban yang menderita luka di bagian wajah sudah menjalani perawatan di rumah sakit, sekaligus mendapatkan visum.

Menurut Azis, penganiayaan orangtua siswa terhadap guru akibat kesalahpahaman. Pelaku yang terbawa emosi mendatangi sekolah dan langsung memukul guru anaknya. Dari keterangan sementara, kejadian bermula saat Dasrul menegur Af karena tidak membuat pekerjaan rumah.

Af disebut melontarkan kata-kata kotor dan tidak sopan kepada gurunya, yang dibalas dengan tamparan secara spontan. Af menelepon orang tuanya yang kemudian datang dengan emosi dan memukuli sang guru.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY