Tempat sesungguh nya untuk membeli Laptop Mahal, Ratu Plaza

Tempat sesungguh nya untuk membeli Laptop Mahal, Ratu Plaza

203
0
SHARE

Suasana lantai dua e-Mall Ratu Plaza, Kamis (4/8/2016) siang itu tampak lengang. Hanya satu-dua pengunjung tampak berlalu-lalang, sekadar melewati koridor-koridor yang lowong.

Sisi utara lantai tersebut, terletak persis di sebelah kiri begitu pengunjung muncul lewat eskalator, hampir sepenuhnya kosong. Tak ada toko, hanya dinding-dinding putih polos dan lampu yang dibiarkan menyala.

“(Area kosong di lantai dua) Tadinya tempat toko First Computer, tapi sewanya tidak diperpanjang. Belum ada yang menyewa lagi,” ujar seorang pegawai toko di lantai dasar.

Toko tempat sang pegawai bekerja sedang direnovasi sehingga segala isinya “diungsikan” ke area atrium di tengah bangunan mal.

Terletak di daerah perkantoran di ujung selatan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ratu Plaza merupakan mal tua yang sempat berjaya di era 80-an.

Gedung tempat perbelanjaan ini belakangan diubah menjadi pusat elektronik dan komputer dengan sebutan “e-Mall”. Sebagian besar toko komputer, gadget, game dan aksesori terkonsentrasi di lantai 3. Ada juga beberapa toko furniture yang menjual perabot rumah.

Cari komputer mahal

Meski relatif sepi dibandingkan pusat elektronik lain, seperti Roxy Mas atau Mal Ambassador, para pedagang komputer di Ratu Plaza masih bisa bertahan karena pembeli tetap berdatangan.

Ada saja calon konsumen yang masuk menanyakan barang ketikaKompasTekno sedang berbincang dengan pemilik toko .

“Kalau di sini, kebanyakan orang cari laptop. Tapi beberapa juga cari komponen komputer,” ujar Aryo, seorang pemilik kios yang menjual komputer jangkrik alias rakitan.

Berbeda dari Harco Mangga Dua, hanya segelintir toko komputer di Ratu Plaza yang mengkhususkan diri pada barang rakitan, di mana konsumen memilih sendiri komponen apa yang akan dipasang di komputernya.

Selain aksesori dan gadget, sebagian toko mengkhususkan diri menjual laptop dan komputer branded, yakni komputer pabrikan yang dijual dalam bentuk jadi dengan merek tertentu.

Sulistyo, pengelola salah satu outlet komputer branded, mengaku bisa menjual ratusan unit komputer tiap bulan. Kebanyakan pembeli berasal dari kantor-kantor di sekitar Ratu Plaza yang membeli dalam jumlah besar. Ada juga pembeli perorangan.

“Kalau pembeli personal, kebanyakan mereka cari komputer high-enddengan kisaran harga di atas Rp 8 juta,” ujar dia.

Konsumen yang mengunjungi Ratu Plaza untuk membangun komputer rakitan juga doyan dengan hardware berharga mahal

Asmi, seorang pemilik toko komputer rakitan, menuturkan bahwa gerainya sering didatangi oleh para pemain game yang mencarihardware terkini. Sebagian merupakan pekerja kantoran yang datang di sela jam kerja.

“Biasanya mereka (pembeli) itu pintar dan paham komputer. Misalnya kemarin banyak yang menanyakan stok (kartu grafis) Nvidia GeForce GTX 1070,” kata perempuan berjilbab tersebut.

Harga komputer jangkrik yang memakai komponen-komponen kelas atas tak kalah mahal dari komputer bermerek. Banderolnya bahkan bisa lebih tinggi, mencapai kisaran Rp 35 juta untuk spek denganmulti-graphics, prosesor high-end, dan media penyimpanan SSD, menurut Asmi.

Laptop gaming

Senada dengan Sulistyo dan Asmi, Nano, seorang staf toko laptop gaming merk Taiwan, mengatakan bahwa konsumen yang mengunjungi Ratu Plaza cenderung berkantong tebal dan siap membuka dompet untuk menebus komputer kelas atas.

Sebab itulah, menurut dia, dari sekian banyak pusat elektronik di Jakarta, vendor tempatnya bekerja justru memilih untuk membuka gerai flagship di Ratu Plaza. Di sinilah tempat beredarnya para konsumen yang diincar.

“Dari beberapa gerai di Poin Square, Mangga Dua, dan lain-lain, yang menyediakan produk dengan range terbanyak itu di sini,” kata Nano saat ditemui KompasTekno di dalam toko yang tampil mencolok dengan interior serba merah itu.

Laptop gaming yang dijual di gerai itu tergolong barang mewah untuk ukuran komputer. Harga produk termurah saja sekitar Rp 12 juta, sementara yang termahal lebih dari Rp 50 juta.

Toko tempat Nano bekerja hanya menjual 1 unit laptop gaming dalam sehari. Tapi itupun sudah lumayan mengingat harganya yang mahal.

“Pengunjung di Ratu Plaza ini hanya sedikit, tapi mereka yang datang memang berniat membeli, bukan sekadar melihat-lihat,”

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY