Pesawat Anda Terkena “Delay”, Berapa Kompensasinya?

Pesawat Anda Terkena “Delay”, Berapa Kompensasinya?

225
0
SHARE

Delay alias penundaan keberangkatan pesawat seringkali membuat penumpang kesal. Banyak faktor penyebab terjadinya delay, dari manajemen maskapai sampai faktor cuaca.

Oleh karena itu, penumpang punya hak untuk mendapatkan kompensasi saat penerbangan mengalami delay. Hal itu tertulis dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Republik Indonesia No 89 Tahun 2015.

“PM 89 Tahun 2015 membahas penanganan keterlambatan penerbangan yang terbagi menjadi beberapa kategori,” tutur Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Departemen Perhubungan, Pamurahardjo saat dihubungi KompasTravel, Senin (8/8/2016).

PM 89 Tahun 2015 menjelaskan tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal d Indonesia. Pada Bab II, dijelaskan tentang Ruang Lingkup Keterlambatan Penerbangan.

Dalam Pasal 2 dijelaskan, keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terdiri dari tiga kategori:

a. Keterlambatan penerbangan (flight delayed)

b. Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger)

c. Pembatalan penerbangan (cancellation of flight).

Dalam pasal selanjutnya, dijelaskan enam kategori keterlambatan yang terdiri dari:

a. Kategori 1, keterlambatan 30-60 menit

b. Kategori 2, keterlambatan 61-120 menit

c. Kategori 3, keterlambatan 121-180 menit

d. Kategori 4, keterlambatan 181-240 menit

e. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit

f. Kategori 6, pembatalan penerbangan.

Tiap penumpang bisa mendapatkan hak-hak berupa kompensasi atau ganti rugi jika pesawat mengalami delay. Dalam Bab V tentang Pemberian Kompensasi dan Ganti Rugi, tertulis bahwa Badan Usaha Angkutan Udara wajib memberikan kompensasi sesuai kategori keterlambatan yang disebutkan sebelumnya.

Berikut kompensasi yang didapatkan penumpang sesuai kategori keterlambatan:

a. Keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan.

b. Keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box).

c. Keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal).

d. Keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box) dan makanan berat (heavy meal).

e. Keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).

f. Keterlambatan kategori 6, badan usahaa angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).

g. Keterlambatan pada kategori 2 sampai 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).

Dalam Bab V Pasal 2, dijelaskan bahwa pemberian kompensasi harus dilakukan secara aktif oleh petugas setingkat General Manager, Station Manager, dan staf lainnya atau pihak yang ditunjuk untuk bertidak atas nama badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY