Apple Mengungkapkan soal “Kegagalan” Bikin Peta Digital

Apple Mengungkapkan soal “Kegagalan” Bikin Peta Digital

253
0
SHARE

Tahun 2012, Apple meniadakan Google Maps dari sistem operasi mobile terbarunya ketika itu, iOS 6. Aplikasi pemetaan yang hadir di iOS versi-versi sebelumnya ini digantikan oleh layanan serupa bikinan Apple sendiri yang bernama Maps.

Kemunculan Maps disertai gembar-gembor soal aneka fitur baru yang dibawanya, seperti “Interactive 3D View”, “turn-by-turn-spoken directions”, dan “flyover”. Tapi kenyataan yang ditemui sungguh mengecewakan karena Maps justru payah disatu hal yang paling penting: akurasi peta.

Kejadian pengguna yang nyasar pun banyak terjadi di masa-masa awal kemunculan Apple Maps tersebut. Layanan peta ini bahkan dipandang mengancam keselamatan oleh pihak kepolisian di sejumlah negara.

Ada apa di balik debut Apple Maps yang berantakan? Senior Vice President Apple Eddy Cue mengakui bahwa pabrikan berlambang buah apel tergigit itu dulu terlalu meremehkan proses pembuatan layanan peta.

“Jalanan-jalanan sudah diketahui, begitu juga daftar restoran. Ada Yelp dan OpenTable, mereka punya semua alamat. Surat bisa dikirim, FedEx juga bisa mengirim barang. Jadi kami pikir, memangnya sesusah apa sih?” kata Cue dalam sebuah wawancara dengan Fast Company, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Selasa (9/8/2016).

Dibuang

Saat mengetahui bahwa kiprah perdana Apple Maps ternyata bertolak belakang dari harapan, para eksekutif Apple pun sibuk rapat untuk menentukan langkah berikut, apakah akan ngotot mengembangkan Maps atau lempar handuk dan kembali menggandeng Google seperti sebelumnya.

Kelar berdiskusi, para pengambil keputusan di Apple sepakat untuk memperbaiki dan terus mengembangkan Maps. Namun perubahan mesti dilakukan supaya layanan ini tak melulu bikin nyasar dan kecewa.

Scott Forestall, seorang petinggi Apple yang telah bekerja selama lima belas tahun dan membawahi tim pengembangan Maps, ditendang dari perusahaan. CEO Tim Cook sibuk berkali-kali meminta maaf ke publik terkait kekacauan yang ditimbulkan.

Tim pengembang yang bertanggung jawab atas layanan Maps pun diperkuat. Dulu, semasa dipimpin Forstall, tim ini hanya beranggotakan “lusinan” orang yang bekerja secara terisolasi dari lingkungan lainnya di perusahaan.

Sekarang, Cue mengatakan jumlah anggota tim tersebut telah berkembang menjadi ribuan orang. Apple sadar mesti lebih serius mengembangkan layanan peta. “Kami perlu membangun kompetensi yang dulu kami pandang remeh,” kata dia.

Membuka diri

“Kegagalan” Apple Maps turut berdampak pada sikap Apple yang selama ini cenderung tertutup saat mengembangkan produk atau layanan. Perusahaan tersebut mulai membuka diri.

Proyek-proyek pengembangan software besar sekarang terlebih dulu digulirkan ke publik sebagai beta test untuk keperluan pengujian dan mencari masukan dari pengguna, sebelum dirilis secara resmi. Dulu, ketika dipimpin Steve Jobs, hal macam begini tak mungkin dilakukan.

Pada 2014, sistem operasi desktop OS X Yosemite tersedia dalam versi beta test. Tahun lalu giliran iOS yang mendapat perlakuan sama.  “Karena Maps, Anda sebagai pengguna bisa menguji iOS,” ujar Cue.

Belajar dari debut Maps yang mengecewakan, Apple tersadar bahwa sang pembuat tak bisa menilai produk yang dibikinnya sendiri secara obyektif. Produk itu mesti  dilepas ke tangan pihak lain yang bisa memberi sudut pandang berbeda.

“Buat kami di Cupertino (markas Apple), Maps tampak baik-baik saja kan? Jadi kami tidak bisa melihat masalahnya. Kami dulu tak bisa melepasnya ke pengguna untuk mendapat masukan. Tapi sekarang kami bisa,” imbuh Cue yang kini membawahi tim pengembangan Maps.

Jadi pondasi

Sekarang kualitas Maps sudah jauh meningkat. Secara umum Maps masih kalah pamor dibandingkan Google Maps, namun Apple Maps lebih populer di kalangan pengguna iOS meski Google Maps juga tersedia di App Store.

Ini lantaran Maps terintegrasi dengan berbagai aplikasi populer di OS, termasuk Airbnb, Foursquare, dan Yelp. Itulah tujuan Apple ngotot mengembangkan Maps meski awalnya amburadul, yakni menciptakan platform yang bisa mendukung ekosistem produk-produk Apple.

“Maps adalah inti struktur organisasi untuk lingkungan fisik tempat Anda berinteraksi,” ujar Craig Federighi, Senior Vice Preisdent Software Engineering Apple. “Peta adalah pondasi untuk membangun sebuah platform, seperti sistem operasi yang juga berfungsi sebagai pondasi,” Ucapnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY