Gali gunung untuk cari emas, penambang tewas tertimpa longsoran batu

Gali gunung untuk cari emas, penambang tewas tertimpa longsoran batu

258
0
SHARE

Seorang warga, Nurdin (55) tewas tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional di kawasan Gunung Alur Mas, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (8/8).

Camat Labuhanhaji Timur, Arni saat dihubungi dari Tapaktuan, Selasa mengatakan, korban bersama seorang temannya, Lisma sekitar pukul 10.00 WIB naik ke lokasi tambang yang baru dibuka beberapa hari lalu dengan maksud hendak mencari batu mengandung mineral emas.

Menurut dia, sistem penggalian tanah untuk mendapatkan batu yang mengandung mineral emas dilakukan korban bersama seorang temannya dengan cara menggali tanah gunung dari samping (sistem terobos) persis berada di pinggir alur.

“Saat sedang menggali lobang dengan sistem terobos dengan kedalaman baru sekitar 2 meter, secara tiba-tiba tanah gunung beserta batu besar runtuh atau longsor yang langsung menimpa korban. Teman korban yang berada di belakangnya langsung melaporkan peristiwa itu ke warga,” ujar Arni seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/8).

Puluhan warga yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi jasad korban dengan cara melakukan penggalian secara manual sekitar pukul 12.00 WIB, sebut Arni.

Menurutnya, lokasi tambang emas tradisional tersebut memiliki struktur tanah yang labil, sehingga sistem penggalian tanah dengan langsung menggali tanah dari samping persis di pinggir alur sangat membahayakan keselamatan pekerja tambang itu sendiri.

Seharusnya, sambung dia, lazimnya dilakukan oleh pekerja tambang emas tradisional di tempat lain, sistem penggalian tanah dilakukan dengan cara menggali tanah bagian bawah sehingga berbentuk lobang terlebih dahulu, baru selanjutnya dilakukan penggalian tanah dengan sistem terobos.

“Sebab jika posisinya sudah berada di kedalaman beberapa meter dari permukaan tanah, maka penggalian lobang kembali dengan sistem terobos tidak memudahkan terjadinya longsor karena struktur tanah di ke dalaman tertentu sudah kokoh,” ujarnya.

Untuk menghindari kembali jatuhnya korban jiwa di lokasi tambang emas tradisional tersebut, Camat Labuhanhaji Timur berencana akan berkoordinasi dengan aparat desa setempat serta pihak dinas terkait di Tapaktuan, dalam rangka mengambil kebijakan selanjutnya.

“Untuk langkah konkretnya belum dapat kami sebutkan, karena menyangkut tambang emas tradisional ini duduk persoalannya tergolong krusial dan sensitif sebab menyangkut mata pencaharian masyarakat banyak” ujar dia.

Ke depannya, lanjut dia, lokasi tambang emas itu tidak tertutup kemungkinan akan diserbu oleh ratusan penambang lainnya. Oleh sebab itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terkait persoalan ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY