Tujuh WNI Disandera, Pemerintah Dianggap Lalai

Tujuh WNI Disandera, Pemerintah Dianggap Lalai

445
0
SHARE

JAKARTA – Sebanyak tujuh warga negara Indonesia (WNI) diduga disandera oleh kelompok teroris di wilayah FIlipina. Atas insiden tersebut, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Laksda (Purn) Soleman Ponto menilai ada kelalaian pemerintah dalam memperhatikan unsur penjagaan di wilayah perbatasan.

“Ya itulah kalau kita tidak ada penjagaan di sana (perbatasan), itu akibatnya,” ujar Soleman kepada Okezone, Sabtu (25/6/2016).

Alhasil, kelompok teroris mempelajari kawasan perairan Indonesia-Filipina yang sepi dan memanfaatkan untuk mencari dana melalui penyanderaan. Soleman menyayangkan sikap pemerintah yang mestinya mewaspadai pasca-dua kali pembajakan di wilayah tersebut.

“Kan laut kita kosong, di sana tidak ada penjagaan. Dia (teroris) kan pelajari daerah situ kan sepi, dia cari duit, betul-betul dia mainkan. Seharusnya dengan adanya Abu Sayyaf kita harus lebih waspada, apalagi sudah ada dua kasus yang lalu,” imbuhnya.

(Baca juga: Panglima TNI Offside soal WNI Disandera, Ini Reaksi Luhut)

Terlebih setelah dua kali penyanderaan di periode lalu, pemerintah terkesan menunjukkan bahwa mereka mampu menangani jika warganya disekap oleh teroris. Alhasil, kelompok teroris semakin tertantang dan tak kapok untuk kembali menahan WNI.

“Kemudian kita publikasikan seakan-akan kita hebat ya disandera lagi. Jelaslah dia tidak kapok, orang dikira Indonesia hebat, Abu Sayyaf nunjukin kalau dia juga bisa lebih hebat,” tandasnya.

Seperti diketahui, insiden penyanderaan terungkap setelah istri salah satu anak buah kapal (ABK), TB Charles menelefon istrinya. Dalam percakapan tersebut, disebutkan bahwa tujuh ABK dibawa kelompok perompak menuju perairan Filipina. (day)tujuh-wni-disandera-pemerintah-dianggap-lalai-3BTbQLgE00

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY