Suporter Rusia Mulai Dideportasi dari Piala Eropa 2016

Suporter Rusia Mulai Dideportasi dari Piala Eropa 2016

366
0
SHARE

PARIS, KOMPAS.com – Kepolisian Rusia mulai mendeportasi suporter Rusia terkait keributan dengan suporter Inggris usai pertandingan kedua tim di Stade Velodrome, Marseille, Sabtu (11/6/2016).

Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, mengatakan sejumlah suporter akan dideportasi. Pihak berwenang Perancis telah memverifikasi identitas 29 orang yang diduga terlibat bentrokan akhir pekan lalu.

Alexander Shprygin, kepala suporter Rusia, mengatakan polisi anti huru-hara Prancis telah menghentikan bus yang membawa fanske Lille.

“Mereka ingin ingin mendeportasi hampir 50 orang termasuk wanita yang tidak terlibat apa pun. Polisi juga telah membuat kesalahan pada tiga hari lalu. Kami berada di dalam sebuah bus di Cannes dan kami diblokir oleh polisi anti huru-hara,” kata Shyprgin kepada Reuters.

Dari dalam bus tersebut, Shprygin juga menulis sejumlah kicauan dari Twitter-nya. Salah satu kicauannya, Shprygin menceritakan betapa buruknya perlakuan polisi.

“Mereka tidak memberikan kami air. Mereka tidak mengizinkan kami menyalakan AC di dalam bus. Itu benar-benar panas. Ada dua orang sakit. Mereka juga tidak membiarkan kami pergi ke toilet,” tulis Shprygin.

Sebelumnya, polisi Perancis mengklaim bahwa suporter Rusia memang sudah merencanakan serangan kepada suporter Inggris. Bahkan, mereka menyebut ada sekitar 150 suporter sudah terlatih menyerang.1614415clash780x390

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY