Kembali Tangkap Hakim, Komisioner KY Sambangi KPK

Kembali Tangkap Hakim, Komisioner KY Sambangi KPK

310
0
SHARE

JAKARTA – Komisioner Komisi Yudisial (KY) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini menyusul kembali tertangkap tangannya dua Hakim Ad Hoc dan panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Komisioner KY, Farid Wajdi mendatangi KPK namun tak ada satupun keterangan yang keluar dari mulutnya mengenai kedatangannya ke markas pemberantasan korupsi. Dia memilih bergegas masuk ke dalam Gedung KPK. Menyusul kemudian, Ketua KY, Aidul Fitriciada yang tiba di lembaga antirasuah ini. Dia yang mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat dan kopiah hitam itu mengaku ingin melakukan koordinasi terkait dengan penangkapan dua hakim dan satu panitera di Bengkulu.

“Koordinasi saja,” singkat Aidul di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2016).

(Baca juga: Kronologi Penangkapan Ketua PN Kepahiang di Bengkulu)

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Janner Purba, Hakim ad hoc di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, Toton, Panitera pengganti PN Bengkulu, Badarudin Bacshin, mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS M Yunus, Edi Santoni serta mantan Kabag Keuangan RS M Yunus, Bengkulu, Safri Safei.

Mereka berlima pun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Janner, Toton dan Badarudin disangka sebagai penerima suap. Sementara itu, Edi dan Safri selaku terdakwa perkara korupsi di RS M Yunus itu disangka sebagai pemberi.

Selaku pemberi suap Edi dan Safri disanka melanggar Pasal 6 Ayat (1) atau Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sementara itu selaku penerima Janner dan Toton, disangka Pasal 12 huruf a atau b atau c atau Pasal 6 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kemudian Badarudin disangka Pasal 12 huruf a atau b atau c atau Pasal 6 Ayat (2) atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

kembali-tangkap-hakim-komisioner-ky-sambangi-kpk-bZ6Fvj72yY

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY