Menpora Minta Pelaku Kerusuhan di Sepak Bola Ditindak Tegas

Menpora Minta Pelaku Kerusuhan di Sepak Bola Ditindak Tegas

313
0
SHARE

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku kecewa atas kericuhan antarsuporter yang terjadi pada laga antara Persegres Gresik United dan PS TNI dalam lanjutan TSC 2016 di Stadion Tri Dharma, Minggu (22/5/2016).

Dalam pertandingan tersebut, kelompok suporter Persegres terlibat bentrok dengan suporter tim tamu. Bentokan tersebut mengakibatkan puluhan suporter dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Imam pun memberikan peringatan keras kepada operator liga dan klub agar benar-benar memperhatikan masalah pembinaan suporter dengan baik.

“Kami akan lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi,” kata Imam saat menutup Tour de Flores 2016 di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, NTT, Senin (23/5/2016) sore.

“Kerusuhan antarsuporter tidak boleh terulang lagi dan ini adalah warning dari pemerintah kepada operator dan klub untuk membina sebaik-baiknya para suporter,” tutur dia.

Imam menilai kejadian ini menjadi momentum untuk mendorong agar aparat hukum menindak tegas kepada siapa saja pelaku kerusuhan di lapangan sepak bola.

“Dalam konteks ini ternyata belum ada intervensi hukum yang memadai sehingga pelaku pelanggaran dan kerusuhan tidak mendapat penanganan yang serius,” ucap Menpora.

“Saya mengutuk keras adanya peristiwa kerusuhan antarsuporter yang merenggut korban jiwa,” ujarnya.

Selain bentrokan suporter Persegres dan PS TNI, pada hari yang sama, sempat terjadi penyerangan oleh oknum sekelompok suporter kepada rombongan suporter lain di Jalan Magelang Km 14-16. Insiden tersebut mengakibatkan seorang suporter bernama Stanislaus Gandhang Deswara meninggal dunia karena mendapatkan luka tusuk.

Pekan sebelumnya, salah satu anggota suporter Persija Jakarta atau Jakmania, Muhammad Fahreza, meninggal karena diduga dianiaya aparat keamanan saat menyaksikan pertandingan tim kesayangannya melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Kejadian ini mendapat perhatian dari Menpora. Ia memperingatkan kepada operator agar dapat melibatkan aparat hukum untuk menindak para pelaku.

“Yang paling penting adalah regulasi pengaturan kompetisi harus tegas. Jika ada peristiwa merugikan seperti keributan dan lain, harus ada tindakan tegas, seperti pengurangan poin, pengurangan anggaran, hingga dikeluarkan dari liga,” ucap Imam.

Setiap kerusuhan yang terjadi, lanjut Imam, harus langsung dilaporkan dan ditindak hukum pidana dengan tegas. Hal seperti ini tidak bisa menunggu laporan dari panpel karena bisa saja panpel sendiri takut dengan adanya ancaman.

“Kejadian kerusuhan ini menjadi evaluasi kita semua. Saya ingin koordinator suporter harus berkumpul bersama dan berdiskusi. Sudahilah pertentangan antarsuporter ini karena sepak bola adalah alat pemersatu bangsa,” ujar pria berusia 43 tahun itu.

1937524imam-dan-agum-2780x390


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY